Wednesday, September 06, 2006

WC

Dihari terik nan panas.. Seorang pria sedang duduk santai di dekat pintu sebuah rumah makan sambil menikmati lintingan tembakau dengan lebel 234-nya. Dia begitu menikmati kepulan asap racun yang membuat dirinya tenang dan nikmat setelah dia menikmati sepiring nasi dengan sayur singkong dan sepotong tempe serta sambal pedas pemicu keringat, tampa ketinggalan sahabat semua itu es teh manis. "Ahhh... nikmat sekali..." ucapan dari mulutnya sambil mengeluarkan kepulan asap berwarna abu-abu pekat. Dia begitu menikmati setiap mili dari lintingan tembakau itu. Serasa berada di surga walau sebentar.

Disaat dia begitu menikmati surga yang dia ciptakan sendiri dari rasa nikmat yang dia rasakan, datang seorang pria setengah baya dengan wajah garangnya. Dia pun tersadar dari surganya. Perasaan waswas mulai menghantui. Cemas akan ada tindak pemerasan kemelut di hatinya. Pria setengah baya itu mendekat dengan cepat, lalu berkata "Mas WC-nya dimana?". Dia pun bengong dan berkata " Nooh!! dibelakang!!". Pria itu berkata dalam hatinya "Sial?! bukan.. beruntung?! bukan..". Tapi dia telah menilai Pria setengah baya itu akan menindasnya. Dia telah berburuk sangka. Kemudian pria itu melanjutkan hisapan terakhir di lintingan tembakaunya.

*telah tercipa suatu kecurigaan terhadap sesama manusia di zaman sekarang, apakah dunia ini terlalu ganas dan beringas?

No comments: