Tuesday, October 31, 2006

This morning

Ku layangkan pandangku jauh melewati salju yang turun tak hentinya dari malam hari. Memandang manusia-manusia berjalan dengan pakaian yg 2 kali lebih besar dari tubuhnya untuk melindungi hawa dingin yg menggerogoti tulang. Pakaian itu sungguh menarik dengan warna-warninya yg cerah dan berkiluan serta ditemani putihnya salju. Sungguh permainan warna dan gerak yg indah.. memberikan hiburan yg cuma-cuma. Subhanallah... sungguh indah ciptaanMu.
Kesenangan spontanitas yang diberikan oleh alam itu slalu terusik oleh terbesitnya bayang mu. Lalu Sahabatmu "sesak" mengisi hati. Bayang-bayang mu yg tinggal hidup dihatiku lebih mirip hantu yang menghantui sebuah pondok tak berpenghuni. Datang dan pergi tampa alasan.
Bunyi ketel membuyarkan khayalku, membuat sadarku untuk membuat 1 cangkir kopi susu hangat tuk mengisi lambungku yg sedari tadi sudah mulai bersaut-sautan.
Langit gelap dengan awan pekat ini tidak memberikan aku semangat tuk melawan bayangmu atau sekedar memberikan sebuah dorongan untuk menggemakan suatu nama di relung sukma. Mungkin kini saatnya aku berhenti sejenak diatas pencarian separuh nafasku, dan mengulang kembali apa yang telah ku perbuat. Mungkin belum saatnya aku membuka kembali lembaran baru, tapi saatnya aku membuat laporan seluruhnya tentang lembaran-lembaran yg telah aku lalui. Sebuah laporan yg akan membuat hati tenang. Semoga ketenangan hati kan kutempuh.

*i'll take my sad time much longger!!

No comments: