Sunday, November 26, 2006
Semu
Semu diujung sadarmu
Hilang menjadi abu
Tiada secercik bekas dialis
Aku menjadi jejak yang tertinggal
Di purnama yang terang
*03.03, dingin merasuk sukma...
Friday, November 24, 2006
File-file lalu..
Semoga file-file ini dapat tersimpat terus, sehingga aku bisa menceritakan pada anak dan cucuku. Sekaligus sebagai pemacu untuk memperkuat daya ingat!!
Thursday, November 23, 2006
Dirimu Sobat..
dari hati..
*moskow, 22 Nov 06
Monday, November 20, 2006
Malam ini
Malem ini aku merasa kesendirian, sepi dan hampa. Aku ingin sekali merasakan keramaian, suatu hiburan nyata dari sahabat, atau setidaknya teman berbincang melewati malam ini. Kawan-kawan sudah kembali ke peraduan masing-masing. Aku manusia sebagai mahluk sosial masih merindukan tuk bercengkrama dengan sahabat. Sunggu bosan malam ini, ditambah lagi dengan sahabat yang biasa berbagi keluh kesah denganku melalui SMS sibuk dengan pekerjaannya, sungguh tidak bisa diandalkan tuk membuang kesepian malam ini. Yah, semoga dia menjadi orang yang sukses dan tenar!! Siapa yang tau masa depan? yang aku takutkan adalah dimana kawan-kawanku sudah sukses mereka akan meninggalkan aku sendirian dan berpura-pura tidak kenal dengan ku. Ini banyak sekali aku melihat keadaan seorang sahabat hilang ditelan dengan materi dan ketenaran. Yah, kita tinggal menunggu hal itu dimasa depan.
Ahh.. dimana kawan ku? kemana aku kan berbagi kesepianku? ini kah suatu balasan dari sahabat? aku tak mengerti dan mungkin mereka tak mau mengerti...
Malam ini aku suntuk.. Malam ini aku jengah.. Malam ini aku.. aku.. aku.
Friday, November 17, 2006
"kenapa jurnalistik?"
Malam yang senyap ini. Suhu di luar menunjukan -2 derajat celcius. Dingin malam menusuk hingga ke sendi-sendi tulang. Aku masih terjaga, memikirkan "kenapa aku duduk dijalur jurnalistik?"
Kuliah dengan jurusan jurnalistik ini sebenarnya benar-benar diluar cita-cita yang aku harapkan. Berangkat ke
Setelah melewati fakultas bersiapan(untuk mempeajari bahasa
Masuk tingkat kedua, mulai sedikit menarik karena disini kami dibuat pergrup dan membuat sebuah Koran sendiri. Disini aku sedikit menemukan keasyikan. Dalam grup ini aku ditaruh pada foto jurnalis dan sebagai redactor format Koran serta sebagai penanggung jawap percetakan(karena ini Koran kampus buat kaum mahasiswa, kami menyetak dengan fotokopi dengan format kertas A3). Koran kami bernama "Metro". Kenapa dinamakan metro? Mereka menjelaskan Koran kami bekerja seperti kereta bawah tanah(metro) cepat, tepat waktu dan sampai pada tujuannya. Ditingkat yang sama kami juga mepelajari jurnalistik dalam media radio. Berhubung aku mempunyai kesulitan berbahasa
Yup, tingkat 3 menati, Dunia Broadcasting dan teknik TV dimulai. Wuiih… ini yang aku tunggu-tunggu. Entah kenapa aku sangat tertarik dengan dunia yang satu ini, walaupun aku masih hijau tentang ilmu pertelevisian dan sejenisnya. Awal tahun, kami mendapatkan teori-teori perTVan dan teknik TV yang menurutku saat itu membosankan. Angin segar tiba kepadaku dengan pengumuman dari direktur TV RUDN yang merupakan tv kampusku bahwa, siapa yang berminat untuk praktek di TV kampus silakan bergabung. Dengan berapi-api aku pun langsung menyerbu TV kampus itu. Setibanya disana, ternyata hanya aku seorang yang berkewarganegaraan asing. Weleh, hatipun sedikit menciut. Namun itu tidak memadamkan semangatku tuk belajar sebagai cameraman TV. Pada awalnya aku didiskriminasikan dan diremehkan dan itu membuatku gerah. Aku sama sekali tidak diberikan tuk memegang alat2 teknis. Aku hanya dibolehkan melihat dari jauh. Hingga suatu saat, distudio kekurangan orang unuk menayangkan siaran berita secara live. Kebetulan aku hadir. Dikeadaan panic seperti itu, Farid sebagai penanggung jawab sekaligus sebagai Pimpinan teknis menanyakan aku tentang alat teknis apa yang bisa aku kendalikan? Dengan berbekal ilmu mixer yang aku dapat dari radio aku pun duduk sebagai audioman. Acara berita live malam ini sukses
Kata seorang dosen saya, jurnalistik merupakan kekuatan ke 4 dalam suatu Negara, karena jurnalistik bisa mempengaruhi masa dan mengendalikan masa
Wednesday, November 15, 2006
Mawar 16 november 2006
Setangkai mawar digenggaman
Menanti bidadari turun dari langit
Berbagi separuh nafas
Menyatukan rusuk yang telah hilang
Jejak kaki seorang bocah menari-nari diatas pasir putih
Hembusan ombak mengeluarkan buih putih, pohon kelapa pun melambai
Kedamaian dunia nyata terasa dengan dekatnya bidadari cinta
Cahaya cinta memancar dari binarnya mata, membawa senyuman hati kecil
*Berikan aku cinta, rindu akan makna cinta dari seorang wanita...
Today what I feel
Akhir-akhir ini aku tidak merasakan gejolak semangat kehidupan di relung sukma. Apakah ini effek psikologi dari jawaban dia atas pernyataan rinduku pada nya?
Pada suatu malam di salah satu tempat aku menghabiskan waktu, aku sedang membuka file foto-foto untuk suatu project yang aku kerjakan buat tahun baru. Aku melihat foto diriku dan dirinya serta 2 klip pendek tentang aku dan dia. Aku tertawa dan mengirimi dia sebuah sms kecil tentang kerinduan aku pada masa itu. Memang aku bersalah, karena dia telah memiliki seseorang untuk disanding. Tapi yang aku pertanyakan apakah perlu menjawab kerinduan dengan keketusan? Aku seorang lelaki yang seharunya kuat dan tegar, tetapi aku juga mempunyai perasaan yang sensitive seperti engkau, dia atau yang lainnya. Sebuah jawaban yang sinis itu seperti tamparan keras dan telak diwajahku. Sakit memang, namun apa yang bisa ku perbuat. Penyesalan? Tentu terus membayangiku. Manusia hanya bisa mempelajari dari sebuah pengalaman. Semoga aku tak membuat suatu kesalahan yang sama dimasa depan. Yah.. Setidaknya mengurangi kesempatan melakukan kesalahan yang sama…
Suatu hari di bulan November
Setelah lama tidak mengisi blog ini yang telah menjadi sahabat selama aku merasakan dinginnya hati yang merindukan sebuah nama. Terasa sekali kerinduan untuk menyampaikan aspirasi alam pikiran yang telah dipengaruhi oleh perasaan dan lingkungan. Membaca kembali apa yang telah aku pahat dalam blog ini, membuat aku melekukan pipiku dan memberikan senyum kecil. Bukan senyum kepuasan telah berasil mengisi blog ini, akan tetapi kenangan pada saat aku menulis blog ini dan pada sebuah kejadian yang mempengaruhi tulisanku pada blog ini. Sunggu lucu dan manis terasa di hati. Keindahan yang berbeda dengan sebuah keindahan lainnya.
Perjalanan yang telah kita tempuh dan menjadi jejak-jejak sejarah kita dimana rasa senang, sakit, sedih, bingung, dll menjadi kenangan yang berarti. Kenangan itu yang akan membentuk sikap dan kedewasaan kita. Tentu dengan proses dan kemampuan kita masing-masing sehingga tercipta suatu tingkat kedewasaan yang berbeda-beda.
Allah SWT telah menciptakan sebuat motherboard dilengkapi oleh prosesor dalam bentuk otak serta perasaan sebagai Operation Sistem. Sunggu maha karya yang dasyat. Otak mampu menampilkan kejadian yang telah dilalui dalam bentuk memori. Kenikmatan yang luar biasa, tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Kenikmatan yang patut kita syukuri. Kenikmatan yang bisa mempengaruhi masa depan kita. Para ilmuwan didunia, baru dapat kurang lebih 20% dalam membuka rahasia tabir otak manusia. Akan kah kita dapat menemukan semua rahasia otak?
Suatu kebesaran Allah SWT atas suatu ciptaannya. Aku bersaksi diatas bumi ku berpijak bahwa Allah SWT maha pencipta dan tuhan semesta alam. Izinkan hambamu menikmati kenikmatan memori yang telah engkau berikan kepadaku hingga akhir hayatku. Kenikmatan memori yang telah membuatku tersenyum disaat ini. Amin.
Suatu moment dibulan November
Kemarin mentari menampakkan dirinya dari balik awan yang melaju bebas di langit biru. Membuat angin kegirangan menari-nari diantara pohon yang mengering sambil menggandeng daun gugur yang menguning, menjelajahi tempat yang biasa aku lalui. Masih di tempat ini, bersama kopisusu yang hangat menemaniku berpikir. Perasaan ku mulai sedikit tenang saat mengingat dirinya. Aku lebih terkosentrasi dengan keadaan aku yang masih labil di
Universitas tempatku meniti jalan untuk masa depan, tidak memberikan perubahan yang dasyat, hanya saja jumlah mahasiswa di kelasku makin tahun makin berkurang. Selama 4 bulan di

