Akhir-akhir ini aku tidak merasakan gejolak semangat kehidupan di relung sukma. Apakah ini effek psikologi dari jawaban dia atas pernyataan rinduku pada nya?
Pada suatu malam di salah satu tempat aku menghabiskan waktu, aku sedang membuka file foto-foto untuk suatu project yang aku kerjakan buat tahun baru. Aku melihat foto diriku dan dirinya serta 2 klip pendek tentang aku dan dia. Aku tertawa dan mengirimi dia sebuah sms kecil tentang kerinduan aku pada masa itu. Memang aku bersalah, karena dia telah memiliki seseorang untuk disanding. Tapi yang aku pertanyakan apakah perlu menjawab kerinduan dengan keketusan? Aku seorang lelaki yang seharunya kuat dan tegar, tetapi aku juga mempunyai perasaan yang sensitive seperti engkau, dia atau yang lainnya. Sebuah jawaban yang sinis itu seperti tamparan keras dan telak diwajahku. Sakit memang, namun apa yang bisa ku perbuat. Penyesalan? Tentu terus membayangiku. Manusia hanya bisa mempelajari dari sebuah pengalaman. Semoga aku tak membuat suatu kesalahan yang sama dimasa depan. Yah.. Setidaknya mengurangi kesempatan melakukan kesalahan yang sama…


No comments:
Post a Comment