Wednesday, January 31, 2007

...

"Jgn pernah meminta kekasihmu berubah bila kau tidak mau berubah.. jika, kau mau diterima apa adanya maka terima lah dia apa adanya juga... Jgn menjadi manusia munafik yg menginginkan kesempurnaan pasangan. Krn tdk ada manusia yg sempurna. ~A.A.G~"

Saturday, January 27, 2007

di tepi sungai Varob'yovi gori..

Berjalan di tepian sungai, Aku mengingat satu nama.

Di tepi sungai yang sama, Aku berjalan bersama bayangan dirinya

Masih di tepi sungai yang sama, Aku menggemakan namanya

No idea

Meratapi satu nama yg telah menjadi bayangan dalam hidup membuat hati sesak.

Friday, January 26, 2007

Rabu kelabu

Sebuah raga bersandar di kursi taman
Lunglai lemas tanpa jiwa
Tatapan kosong menangisi hari
Hati membisu membalut luka

*Kan ku buat kau melihatku kembali dengan kedua matamu terbelalak...

Thursday, January 25, 2007

Aku memang bodoh

Apakah adil, bila kau meminta seseorang yg dapat menerima dirimu apa adanya, sementara dirimu tak mau menerima diriku apa adanya? Hey, coba perhatikan permintaan mu? Dan pahami itu dengan kesadaran yang penuh.

Sungguh naif dirimu..
Sayang, aku tak pernah bisa melupakanmu
Sayang, aku tak bisa membencimu seperti kau yg mungkin masih membenciku
Sungguh bodoh bila aku masih mencintaimu

Namun aku memang bodoh, karena aku tetap saja mencintaimu...

Sebutir salju lembut mendarat di tepian wajahku
Suatu sensasi rasa dingin melogiskan pikiranku
Aku sudahi merindukan dirimu
Yang tak lagi menyisipkan namaku dihatimu
Jejak-jejak kita sudah menghilang
Aku terdiam meratapi jalan yang memutih
Hatiku pun beku bersama salju..

*Masih kah kau mengingat seekor beruang yg menjaga tidurmu?

Monday, January 22, 2007

Kenyataan yang ku percaya

Bijak- apa sih arti dari kata itu? apa lagi dengan penambahan "-sana" menjadi "Bijaksana"?! apa yang dimaksud dari manusia Bijaksana? Manusia seperti apa yang disebut dengan manusia bijaksana? Kata perintah "Bijaksanalah!!" itu apa?

Tiap manusia mempunyai arti dan definisi sendiri atas suatu hal yang ia terima. Proses penterjemahannya atas suatu definisi ia peroleh dari segala hal, antara lain*:
  • Orang tua dan keluarga
  • Lembaga Pendidikan (dimana dia membentuk pola pemikiran ilmiah dan rasional)
  • Lingkungan dia dibesarkan
  • Sahabat dan teman-teman
  • dan Alam pikir(dimana dia bisa mengolah dan merangkai sesuatu menjadi difinisi)

Proses penterjemahannya itu bisa diberi tahu kan oleh orang langsung atau bisa dia mengambil asumsi sendiri dari kumpulan memori yang dia ingat dari proses pembelajaran. Wajar saja bila setiap individu mempunyai daya penterjemahan terhadap suatu definisi cepat atau lama, sama atau berbeda. Karena faktor yang mempengaruhinya banyak dan melalui proses yang panjang. Yang perlu dibentuk adalah rasa menghargai dan menerima perbedaan pendapat dari tiap2 individu yang tidak sejalan atau bahkan bertolak belakan dengan kita. Perbedaan pendapat atau definisi, menurut beberapa orang adalah berkah. Karena perbedaan ini bisa digunakan sebagi masukan atau variasi atau barometer benerkah kita mendefiniskan sesuatu. Penyampaian suatu perbedaan bisa melalu "pemberitahuan" atau "kritik". Namun sangat disayangkan beberapa orang yang tidak merasakan kritik itu sebagai berkah atau masukan membangun, menganggap kritik sebagai sindiran atau hinaan atau ejekan atas tindak tanduk yang ia lakukan. Orang-orang seperti ini ada dan nyata. Mungkin "pemberitahuan" lebih cocok untuk menyampaikan suatu perbedaan kepada mereka.

Perbedaan suatu pendapat atau difinisi merupakan suatu hal yang wajar dan biasa dalam suatu Masyarakat sosial yang memiliki individu yang berbeda-beda pula. Yang perlu kita ingat dan lakukan adalah menghargai perbedaan itu dan menjadikan perbedaan itu suatu hal yang membuat kita maju. Aku sendiri adalah mahluk sosial yang sedang mencari suatu definisi..

*Personality phsycotherapy (Dr. Wilcox)

Ps : Mohon benarkan aku bila aku melakukan kesalahan, karena aku sendiri masih dalam proses pembelajaran.

Pernah..

Pernah... Pernah aku merasakan rasa seperti ini...

"Ingin ku merasakan lagi manis kecupan bibirmu, Ingin ku merasakan kembali kehangatan tubuhmu didalam pulukanku, Ingin ku menyelarasakan lagi dentum jantungku dengan denyut jantungmu..."

Lambat laun rasa itu hilang dengan sendirinya bersama dengan digantungnya diriku dengan jawaban yang ku nanti dari mu. Dan jawaban itu tetap menambah lukaku atas penantian dirimu yang cukup meletihkan hati...

Pergilah.. Ikhlas aku dengan jauhnya namamu dan bayangmu dari hatiku...

Monday, January 01, 2007

Ombak dalam hati t'lah tenang.. Bahtera cinta kan mengarungi kembali samudra emosi...

Matinya cinta

Karya pertama di tahun 2007 ini. Keluar dengan sendirinya...

Matinya cinta

Satu malam yang tak juga berbintang
Senyuman sang purnama tak kunjung hadir
Pohon yang mengering tak juga bergeming
Butir-butir salju menyempurnakan dinginnya sukma

Deru nafas asmara lama tak berhembus
Kecupan halus dibibir juga lama tak terasa
Tak ada lagi sinar dari hati yang berbunga
Hangatnya bara cinta sudah lama membeku

*don't know why I feel so peaceull.. Moscow, 01-01-07 01:32

Hari pertama ditahun yang baru

Tahun 2007 yang telah berjalan ini, aku memulainya dengan membuat suatu tulisan pembukaan awal tahun di tempat biasa aku menghabiskan waktu dengan menikmati kesindirianku yang memacu inspirasi terus mengembung dan harus segera dikeluarkan. Temperatur di luar juga selaras dengan kehangatan hati yang menunjukan tidak lebih dingin dari -1 drajat celcius, hanya saja salju dengan derasnya mengguyur kota Moscow bagaikan sedih meninggalkan tahun 2006. Tadi sebagian besar masyarakat Indonesia jalan menuju Kremlin untuk menghitung mundur datangnya tahun 2007, namun aku menghabiskan waktu dengan duduk di ruang security KBRI yang disebabkan karena aku bertugas malam ini. Entah kenapa, aku malah merasakan ketenangan. Aku sugguh menikmati kesendirian ini dan menuangkan pada selembar kertas bekas print-nan yang gagal digunakan. Aku juga mengunakan kesempatan ini untuk berintrospeksi diri ringan dengan kata lain mencoba mengingat kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat. Semoga di tahun 2007 ini, jangan sampai terulang lagi kesalahan yang pernah aku perbuat walaupun manusia tidak bisa sepenuhnya tak melakukan kesalahan. Mari di tahun baru 2007 ini kita membuka lembaran waktu, mengukirnya dengan waktu dan takdir yang kita pilih dan tentukan serta memberikannya guratan-guratan cinta dan kasih sayang. Tidak lupa bahwa warna-warni kehidupan akan terus mewarnai lembaran itu yang akan kita kenang terus. Semoga ditahun ini kita menjadi lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Amin...

*moscow, 01:11. 01-01-07. such a sweet number....