Insya Allah, 3 mungkin 4 bulan lagi dari hari ini aku kan kembali ke Jakarta yg sumpek, panas, brisik, namun tetap saja merindukan. Malam yang lembab, pagi yang dingin, siang yang sumpek. Jakarta, kota yang dibilang megapolis penuh dengan warga yang tanpa rumah, penganguran, pengemis, pemulung, tapi juga banyak dengan orang kaya. Ironis dan dramatis. Kota yang tidak pernah sepi akan kehidupan. Kota yang berpenduduk kurang lebih 12 juta dengan luas area 661.52 km² terbayang kan kepadatan penduduknya kurang lebih 2 orng/m².
Jakarta yang begitu parahnya, namun karena aku dilahirkan ditempat itu, tetap saja hati ini tertambat dengan Jakarta. Rindu akan keluarga menambah keinginan untuk kembali ke tanah air. Apa lagi sang kekasih sudah menunggu..
Ahh.. Hari-hari di moskow tinggal lah menghitung minggu dan hari. Tak terasa waktu 5 tahun berlalu. 5 tahun menuntun ilmu demi masa depan, demi selembar kertas yang dibiasa disebut Diplom.
Malam ini Moscow begitu tenang dengan angin dingin musim semi berhembus melalui sela-sela pohon. Dingin menembus kulit kepala yang baru saja aku cukur botak kemarin malam. Ditemani sebungkus rokok bergambar unta dengan dasar berwarna biru dan satu batang rokok yang baru saja aku nyalakan dengan korek api abal-abal dengan merek zippo yang terukir pahatan 3 lembar daun ganja. Aku berpikir akan jadi apa aku nanti di Indonesia nanti. Akan kah aku dapat bersaing kerja tanpa koneksi di Indonesia nanti? Apakah Ilmu dan skill yang aku peroleh disini dapat aku gunakan nanti? Apakah cita-cita yang aku gantungkan di kusen pintu dapat kuraih?! Ahh.. terlalu banyak pikiran yang memutar di otakku ini. Ditambah lagi dengan kekasih yang semakin hari semakin ku rindukan dan kucintai. Tiap hari Aku ketakutan akan kehilangan dia. Hahahaha... Pusing memang kalau semuanya dipikirkan pada saat yang bersamaan. Tiap malam, sang rembulan dan bintang-bintang menjadi pendengar setia rintihanku akan hidup, penonton setia kemarahanku atas hidup, penghibur setia pada kesedihanku akan hidup, teman yang selalu menemani kesendirianku..
Sudah batang rokok ke 3, udara diluar semakin dingin, sebaiknya aku masuk!! Lagi pula waktu sudah menunjukan pukul 23.30. Besok ada Kuliah.. baiknya naik keatas, cuci kaki n' tangan trus tidur. Ahh... Mungkin saja besok pikiran lebih jernih.. nga suntuk seperti saat ini.. Jengah akan hidup uuy...
Monday, April 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment