hidup akan terasa indah bila kau berdiri di depan dan melihat kebelakang...
lihat lah lika liku dan naik turun serta suram dan cerahnya hidup..
kau kan tersenyum atas apa yg telah kau tempuh dan kau genggam sekrang..
tatap lah jauh kedepan...
mungkin hidup masih lah panjang..
tersenyum dan melangkah lah dengan pengalaman ditangan..
Saturday, November 29, 2008
nGeLanTuR
Malam minggu...
Masih malam minggu biasanya seperti malam-malam sebelumnya.. ramai di sudut-sudut kota dimana kaula muda dan insan manusia menjalankan aktivitas "gaul"nya. Aku tetap mojok dibawah atap berwarna putih ini. Ingin beranjak berkumpul dengan kawan, mencari kegiatan membunuh waktu yg terus berdetak. Bercengkrama..
Namun, entah kenapa gw merasa sepi sendiri tak bernyawa.. ogah beranjak.. tak tau kemana kawan.. sibuk dengan deru jantung masing-masing. Hela nafas angin malam, sejuk menyapu wajah yang tak mau terlelap. Angin malam seusai hujan turun membawa suasana khidmat tuk berpikir..
Gw masih mempunyai cita-cita, namun semakin gw menyelami realitas hidup, impian itu semakin pudar. Idealisme semakin terkikis oleh realitas hidup. Idealisme bisa terjaga bila kita masih murni independent, baik secara finansial maupun sosial. Aku?! masih sangat tergantung akan keduanya. Gimana ku kan berkarya bila tanpa didukung oleh financial yang independent?! Mustahil kawan.... Aku berkarya atas perintah oleh company yang memberikan ku nafkah. Aku berkarya atas perintah untuk menghibur khalayak ramai yang akan memberikan profit untuk company itu. Aku merasa mengkerdil, cita-cita yang ku gantungkan setinggi kusen pintu itu semakin sulit digapai.
Akh... pemikiran yang sudah berat untuk malam yang cukup tenang ini. Ku nyalakan sebatang rokok yg telah menemani gw sepanjang hidup ku setibanya aku di Jakarta. Nafsu akan asap yg keluar dari rempah2an yg dilinting menyerupai tabung ini sudah sangat akut. Yah.. asap itu yang membantu ku tetap terus berpikir akan kekreatifan alam imajinasi.
Aku merindukan suatu nama.. Nama yang tidak akan aku sebutkan lagi..
Masih malam minggu biasanya seperti malam-malam sebelumnya.. ramai di sudut-sudut kota dimana kaula muda dan insan manusia menjalankan aktivitas "gaul"nya. Aku tetap mojok dibawah atap berwarna putih ini. Ingin beranjak berkumpul dengan kawan, mencari kegiatan membunuh waktu yg terus berdetak. Bercengkrama..
Namun, entah kenapa gw merasa sepi sendiri tak bernyawa.. ogah beranjak.. tak tau kemana kawan.. sibuk dengan deru jantung masing-masing. Hela nafas angin malam, sejuk menyapu wajah yang tak mau terlelap. Angin malam seusai hujan turun membawa suasana khidmat tuk berpikir..
Gw masih mempunyai cita-cita, namun semakin gw menyelami realitas hidup, impian itu semakin pudar. Idealisme semakin terkikis oleh realitas hidup. Idealisme bisa terjaga bila kita masih murni independent, baik secara finansial maupun sosial. Aku?! masih sangat tergantung akan keduanya. Gimana ku kan berkarya bila tanpa didukung oleh financial yang independent?! Mustahil kawan.... Aku berkarya atas perintah oleh company yang memberikan ku nafkah. Aku berkarya atas perintah untuk menghibur khalayak ramai yang akan memberikan profit untuk company itu. Aku merasa mengkerdil, cita-cita yang ku gantungkan setinggi kusen pintu itu semakin sulit digapai.
Akh... pemikiran yang sudah berat untuk malam yang cukup tenang ini. Ku nyalakan sebatang rokok yg telah menemani gw sepanjang hidup ku setibanya aku di Jakarta. Nafsu akan asap yg keluar dari rempah2an yg dilinting menyerupai tabung ini sudah sangat akut. Yah.. asap itu yang membantu ku tetap terus berpikir akan kekreatifan alam imajinasi.
Aku merindukan suatu nama.. Nama yang tidak akan aku sebutkan lagi..
Saturday, November 22, 2008
I'm smiling.. looking back over my life.
setelah gw membungkam lama.. bahkan terlalu lama.. gw jadi lopa cara menulis.. bahkan kosakata pun mulai bercerai-berai.. huh.. it's time to get it back!!
argh... gw teringat kisah cinta gw dulu bersama wanita bernama chika itu.. story goes :
Tiba di Jakarta pada tanggal 13 Agustus 2007. Waktu itu dia lagi terbang ke suatu tempat jadi kita tak bisa langsung ketemu dan kita berjanjian pada tanggal 17 Agustus 2007 untuk bertemu pertama kalinya di Jakarta. Hari terlewati begitu lambat.. Hingga saatnya!! jreng... gw inget banget kita janji untuk bertemu di PIM dan hari itu jatuh ada hari jum'at. setlah shalat jum'at, celaka!! mobil nga bisa di starter!! wal hasil kakak gw yg ke2 mendrop gw di PIM. Dengan jiwa yang gugup, jantung yg berdebar, dan perasaan was-was takut dia ilfil berkolaborasi dalam dentuman detik..
Tuuuuut... dan di lanjutkan dengan alunan musik Maliq de' Essential terdengar di P910i gw.. sambil me-observasi suasana di PIM satu.. Argh.. gw liat dia dari belakang.. masuk ke sebuah toko.. kemudian keluar... dan dia melihat gw!! gw hanya terdiam... tak mampu bergerak.. antara percaya dan tidak wanita cantique itu menghampiri gw.. dalam hati berkata: "dia bukan yah..." takut salah.. dan ternyata benar.. dia tersenyum dengan menawan dan memeluk gw!! ah.. lega sekali setelah sekitar 7 bulan menunggu bertemu dengan dia akhirnya.., terwujud juga!!! hari itu gw sangat mengingat dengan jelas.. hanya sekitar 5% yg mungkin gw lopakan...
Sekian bulan gw dan di jalani hidup sebagai sepasang kekasih.. banyak suka dan sedikit duka(menurut gw yah.. tau menurut dia) yg kita lalui namun kandas juga.. kisahnya secara garis besar seperti ini :
I'll do everything to make u happy... Itu yg slalu ingin gw lakukan kepada dia. Namun apa daya, mungkin sifat posesif gw yg terlalu menghengkang dia dan sifat childish gw membuat keruh suasana menambah hilangnya rasa sayang dia ke gw disamping masalah-2 kecil lainnya, serta faktor lain yg memaksa kita tuk berpisah. Gw nga peduli dengan apa yg akan terjadi bila hanya masalah beda usia, bila dia lebih cepat tua dari gw, bila dia menjadi gendut dan buruk rupa, ato hidup dengan biasa2 saja. Gw juga nga Naif, bahwa hidup bisa berjalan dengan cinta saja. Akan tetapi gw pasti melakukan sesuatu untuk hidup lebih baik dan layak nantinya.. hidup buat keluarga gw!!
Disaat bokap gw meninggal dunia. Hati gw bergetar dan entah kenapa gw yakin banget kalau dia itu jodoh gw disaat dia membaca Yasin untuk bokap gw. kita berbaikan kembali, namun tak lama..
Nga lama dia minta, "can we be just friend, i'll let u know somebody new and u'll let me know somebody new too. If we're mean together, we'll be together!!". Kemudian dia melanjutkan kalimatnya "kita mencari yg terbaik untuk masa depan kita masing2!" dan kata itu terulang "kalau kita berjodoh paling balik lagi", kata2 yg akhirnya gw mulai tidak percaya.
Gw nga ingat kapan kita putus, karena gw nga merelakan kepergian dia dari hidup gw. Nga lama, she have another guy, somebody new, somebody that better than me, somebody that her familly accepted, and my life starts falling a part.
Butuh waktu yg lama untuk benar2 membunuh kesedihan di hati gw.
Semua itu sekarang hanya kenangan. Suatu pelajaran dalam hidup, proses menjadi dewasa. Bila gw berhadapan dengan masalah seperti ini lagi di kehidupan gw nanti. Gw pasti bisa melewatinya. "jangan pernah mencintai seseorang terlalu dalam, cukup sayangi dia saja. Bila dia meninggalkan mu, kau tak kan terjatuh terlalu dalam. Kecuali dia telah kau nikahi."
Now I'm smiling... She just another colour in my life!
argh... gw teringat kisah cinta gw dulu bersama wanita bernama chika itu.. story goes :
Tiba di Jakarta pada tanggal 13 Agustus 2007. Waktu itu dia lagi terbang ke suatu tempat jadi kita tak bisa langsung ketemu dan kita berjanjian pada tanggal 17 Agustus 2007 untuk bertemu pertama kalinya di Jakarta. Hari terlewati begitu lambat.. Hingga saatnya!! jreng... gw inget banget kita janji untuk bertemu di PIM dan hari itu jatuh ada hari jum'at. setlah shalat jum'at, celaka!! mobil nga bisa di starter!! wal hasil kakak gw yg ke2 mendrop gw di PIM. Dengan jiwa yang gugup, jantung yg berdebar, dan perasaan was-was takut dia ilfil berkolaborasi dalam dentuman detik..
Tuuuuut... dan di lanjutkan dengan alunan musik Maliq de' Essential terdengar di P910i gw.. sambil me-observasi suasana di PIM satu.. Argh.. gw liat dia dari belakang.. masuk ke sebuah toko.. kemudian keluar... dan dia melihat gw!! gw hanya terdiam... tak mampu bergerak.. antara percaya dan tidak wanita cantique itu menghampiri gw.. dalam hati berkata: "dia bukan yah..." takut salah.. dan ternyata benar.. dia tersenyum dengan menawan dan memeluk gw!! ah.. lega sekali setelah sekitar 7 bulan menunggu bertemu dengan dia akhirnya.., terwujud juga!!! hari itu gw sangat mengingat dengan jelas.. hanya sekitar 5% yg mungkin gw lopakan...
Sekian bulan gw dan di jalani hidup sebagai sepasang kekasih.. banyak suka dan sedikit duka(menurut gw yah.. tau menurut dia) yg kita lalui namun kandas juga.. kisahnya secara garis besar seperti ini :
I'll do everything to make u happy... Itu yg slalu ingin gw lakukan kepada dia. Namun apa daya, mungkin sifat posesif gw yg terlalu menghengkang dia dan sifat childish gw membuat keruh suasana menambah hilangnya rasa sayang dia ke gw disamping masalah-2 kecil lainnya, serta faktor lain yg memaksa kita tuk berpisah. Gw nga peduli dengan apa yg akan terjadi bila hanya masalah beda usia, bila dia lebih cepat tua dari gw, bila dia menjadi gendut dan buruk rupa, ato hidup dengan biasa2 saja. Gw juga nga Naif, bahwa hidup bisa berjalan dengan cinta saja. Akan tetapi gw pasti melakukan sesuatu untuk hidup lebih baik dan layak nantinya.. hidup buat keluarga gw!!
Disaat bokap gw meninggal dunia. Hati gw bergetar dan entah kenapa gw yakin banget kalau dia itu jodoh gw disaat dia membaca Yasin untuk bokap gw. kita berbaikan kembali, namun tak lama..
Nga lama dia minta, "can we be just friend, i'll let u know somebody new and u'll let me know somebody new too. If we're mean together, we'll be together!!". Kemudian dia melanjutkan kalimatnya "kita mencari yg terbaik untuk masa depan kita masing2!" dan kata itu terulang "kalau kita berjodoh paling balik lagi", kata2 yg akhirnya gw mulai tidak percaya.
Gw nga ingat kapan kita putus, karena gw nga merelakan kepergian dia dari hidup gw. Nga lama, she have another guy, somebody new, somebody that better than me, somebody that her familly accepted, and my life starts falling a part.
Butuh waktu yg lama untuk benar2 membunuh kesedihan di hati gw.
Semua itu sekarang hanya kenangan. Suatu pelajaran dalam hidup, proses menjadi dewasa. Bila gw berhadapan dengan masalah seperti ini lagi di kehidupan gw nanti. Gw pasti bisa melewatinya. "jangan pernah mencintai seseorang terlalu dalam, cukup sayangi dia saja. Bila dia meninggalkan mu, kau tak kan terjatuh terlalu dalam. Kecuali dia telah kau nikahi."
Now I'm smiling... She just another colour in my life!
Subscribe to:
Posts (Atom)

