Tuesday, December 19, 2006

untuk mu dik

Tapak bocah masih membekas
Embun pagi membasuh wajah
Terang mentari menyadarkan hati
Teringat jelas akan seseorang

Alunan kicau burung bagai musik klasik
Seekor burung walet tiba di tepi jendela
Menyapa sukma setiap hari
Meningatkan seseorang yang tersenyum manis pada hati

Hati berbicara, bibir tersenyum
Mata melirik, kening mengkerut
Telapak tangan mencerminkan kenangan
Bayangan bocah yang gembira

Masih, masih teringat jelas
Kepingan-kepingan memori memunculkan bayang mu
Masih jelas...
Bagai kemarin...

No comments: